Tuesday, February 7, 2012

Syarat jadi pelaut

Mungkin semua udah tahu syarat-syarat pelaut standar apalagi yang dari bali, seperti:

  1. Harus punya uang buat nombok, minimal dapet minjem 30jt.
  2. Harus sabar loby-loby orang agen biar cepet berangkat.
Selain itu yang perlu dipersiapkan sebelum melamar saat ada lowongan adalah:
  1. Sembahyang dimrajan atau sanggah.
  2. Baju yang rapi, ya kayak orang kantoran gitu dah, walau besok kalo jadi pelaut tetep jadi kecoak dikapal.
  3. Siapkan mental buat wawancara, bohong-bohong dikit gak papa yang penting yakin..
  4. Tegas dalam menjawab.
  5. Gak usah SKSD sama bule kalo wawancara.
Adapun dokumen yang dipersyarakkan buat kapal putih/passengger ship kata kerennya, adalah:
  1. BST atawa basic safety traning. Harga sertifikat 1.5jt 1 minggu traninig.
  2. PSCRB, harga 1,1 jt 3 hari training.
  3. Crowd Management 600 rb 1 sampai 2 hari training.
  4. Crisis Management 600 rb 1 sampai 2 hari training.
  5. Seamen Book 150rb
  6. Passport 275rb
  7. Yellow vefer buat us 80rb.
  8. Marlin test 150rb.
  9. Medical check up 1,2 jt kalo sehat..kalo sakit atau dibilang sakit ama dokter bisa ampe 5 jt..
  10. Jangan lupa visa..biaya tergantung mau join dimana..us 1,6 italy 800rb, dll.
  11. udah itu aja kok.
Selain itu agen biasanya ngambilin duit kita dari training2 yang gak penting, seperti buat yang mau jadi pelayan tamu diwajibkan traning dengan biaya maksimal 5 jt, atau yang mau jadi tukang masak diwajibkan training dengan biaya maksimal 10 jt.

Tips saat medical.
Sebelum kalian medical check up pada suatu rumah sakit yang telah ditunjuk, cari tahu dulu siapa makelar disana bisa dengan nanya sama pelaut yang lagi ngantre atawa tanya sama satpam atau cleaning servis disitu.
Lebih baik kita kasi dia uang 300 rb dari pada kalian dibilang sakit ini itu yang harus beli obat diapotik itu dengan harga selangit dapat dipastikan pengeluaran lebih dari uang sogokan.

Itu aja tips sebelum melamar jadi pelaut..semoga anda tidak diterima jadi pelaut..heheh..mending tuh uang 30jt dapet minjem kamu beliin barang buat dijual lagi..jadi pengusaha aja daripada jadi pelaut..itu seh cuman saran aja..ya terserah kalian seh...moga sukses ya..

Monday, February 6, 2012

Rincian Biaya Kapal Pesiar

Siang yang panas tak menghentikan laju mio dijalan cargo menuju kerobokan. Rencana siang ini buat bayar medical sama ngambil surat rekomendasi untuk medical. Jam 9.30 pagi akhirnya nyampe tujuan, langsung masuk kedalem kantor yang baru dalam pembenahan ini itu. Suasana kantor yang amburadul plus pelayanan yang tidak profesional tak menyurutkan niat untuk membayar uang medical check up. Berbekal keyakinan karena agen ini terdaftar sebagai agen resmi sebuah kapal pesiar karena diwebsite resminya ada nama agen tersebut ditunjuk untuk wilayah Indonesia. Langung ketemu sama mbak "A" dan bertanya pura-pura begok sambil pasang senyum lebar "Pagi mbak, apa kabar?, Gini mbak, saya mau medical trus gimana?", dan si mbak pun menjelaskan dengan panjang lebar "Bla bla bla bla.......". "Trus kan pake surat rekomendasi dari agen bisa minta gak?"."Kamu langsung bayar aja dulu ke rek BCA nomernya xxx.xxx.xxx.xxx cabang yang deket sini tau kan!" jawab si mbak. Langsung meluncur trus ngantre dibank dan bayar..Sip..rencana hari ini selesai..
Balik ke agen buat nyerahin bukti pembayaran. Eh iseng-iseng negok papan pengumuman ada rincian biaya. Neh gw post biar lu pade ada gambaran.
Biaya Berangkat:
Tahap 1
- Marlin Test : Rp. 300.000,-
Tahap 2
- Medical Check Up : Rp. 2.500.000,-
- Training : Rp. 5.500.000,-
Tahap 3
- Biaya Admin : USD 250
- Edorsement Passport : Rp. 500.000,-
- Visa : Rp. 2.900.000,-
- SID : Rp. 500.000,-
- Ticket Booking : Rp. 750.000,-
Tahap 4
- Deposit Tiket : USD 700
- Revalidasi Medical Check Up : Rp. 450.000,-

yang harus dipertimbangkan adalah :

  1. Medical Check Up yang hanya maksimal 1,1jt jadi 2,5jt diagen tersebut.
  2. Training dengan biaya 5.5jt yang sertifikatnya gak dipake dikapal dan juga gak bisa digadaikan dibank.
  3. Biaya Admin 250 dollar. Untuk daerah jakarta rata2 biaya admin maksimal adalah 2jt.
  4. Edorsment passport hanya sebesar 150rb kalo ngurus sendiri.
  5. Visa US yang hanya 1.650.000 membengkek menjadi 2,9jt.
  6. SID..gw gak tau..belum pernah urus sid..tapi kata info resmi cuman ceban..
  7. Tiket booking..kita kan udah bayar fee yang 250 dollar kok masih disuruh bayar jasa booking tiket.
  8. Deposit tiket 700 dollar dan akan dikembalikan setelah pulang kerja..kalo diitung-itung per kepala tuh duit dimasukin ke bank gak usah deposito deh tabungan biasa dengan bunga 1% dikalikan 10 bulan itung sendiri deh berapa dia dapet untung.
Sekian info rincian biaya dari saya..plus ada juga foto yang dipapan pengumuman yang gw bilang tadi..baik-baik kalian deh...moga sukses semuanya...




SID atau Seaman Identity Document


Jakarta, Pelita
Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mempertanyakan lambannya Departemen Perhubungan (Dephub) yang sampai sekarang belum menerbitkan kartu identitas pelaut sistem elektronik (SID/Seafarers Identity Document).
Kendala ini akan merugikan pelaut Indonesia di luar negeri karena bisa terancam diturunkan dari kapal, sementara Indonesia akan mendapat teguran dari ILO (International Labor Organization) karena tidak segera merealisasikan ratifikasi Konvensi ILO No.185 yang dituangkan melalui UU No.1/2008 tentang penerbitan SID.
Sampai sekarang belum satu pun pelaut Indonesia yang memiliki SID. Masalah ini sangat serius karena pelaut kita bisa terancam diturunkan dari kapal, kata Presiden KPI Hanafi Rustandi, di Jakarta, Selasa (6/10).
SID yang merupakan kartu identitas pelaut yang baru, dibuat secara elektronik yang dilengkapi 10 sidik jari, foto retina mata dan barkode. Kartu yang berlaku secara internasional ini dapat dibaca oleh mesin khusus di seluruh pelabuhan dunia.
Menurut dia, US Coast Guard (Satuan Panjaga Pantai AS) sangat ketat memeriksa seluruh dokumen pelaut yang akan memasuki wilayah AS. Pelaut yang tidak memiki SID dilarang turun ke darat.
Negara-negara yang sudah meratifikasi Konvensi ILO 185 wajib melaksanakan konvensi dengan menerbitkan SID bagi pelautnya. Pemeriksaan ketat juga diberlakukan bagi pelaut yang akan memasuki wilayah Eropa.
Ia menduga lambatnya penerbitan SID ini karena tidak sinkronnya Dephub dengan peraturan pemerintah (PP) dalam masalah perhitungan biaya pembuatan SID.
Kalkulasi yang dilakukan Dephub menyebutkan biaya pembuatan SID mencapai Rp350.000 per kartu, sedang Peraturan Pemerintah No.6/2009 tentang Jenis dan Tarif Atas PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang berlaku di Dephub, hanya menetapkan sebesar Rp10.000.
Menurut Hanafi, kalkulasi biaya Rp350.000 (35 dolar AS) sudah dikonsultasikan Dephub dengan pihak terkait, yakni asosiasi perusahaan pelayaran dan KPI.
Pelaut tidak keberatan dengan biaya sebesar itu. Terpenting pelaut harus segera memiliki SID yang berlaku internasional, ujarnya seraya menambahkan biaya pembuatan SID di Filipina mencapai 50 dolar AS.
Kalau memang benar hambatan penerbitan SID karena terbentur kalkulasi biaya, Hanafi mendesak Dephub segera mengusulkan draft revisi PP No.6/2009 disesuaikan dengan kebutuhan riil. Tidak mungkin pembuatan SID sistem elektronik yang berlaku secara internasional hanya dengan biaya Rp10.000, ujarnya.
Ia juga menyayangkan rusaknya alat pembuatan SID yang sudah dianggarkan melalui APBN sekitar Rp16 miliar, karena tidak digunakan. Peralatan yang rusak antara lain system idle dan 2 unit UPS MGE UPS Comet EXRT 7 KVA seharga 2.451 Pound Sterling. (iz)